Merangin, Benuajambi.com – Destinasi agrowisata unggulan Kabupaten Merangin, Farenza Garden, kini telah memiliki perlindungan hukum tetap. Kepastian ini didapat setelah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Merangin secara resmi menyerahkan Sertifikat Hak Merek yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia kepada pemiliknya, Satia Hadinata.
Objek wisata yang terletak di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, ini memang tengah naik daun. Keberhasilan mendapatkan legalitas merek ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan wisata di kawasan Jangkat. Terlebih, Farenza Garden belum lama ini sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih penghargaan peringkat pertama dalam ajang nasional Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025 untuk kategori Destinasi Kreatif.
Satia Hadinata selaku pemilik (owner) Farenza Garden mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Menurutnya, kepemilikan sertifikat hak merek ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk keseriusan dalam membangun identitas wisata yang profesional.
“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk pengakuan sekaligus perlindungan bagi usaha yang kami rintis dari bawah. Dengan adanya sertifikat merek dari Kemenkumham ini, kami merasa lebih percaya diri untuk terus berinovasi mengembangkan Farenza Garden,” ujar Satia Hadinata saat menerima sertifikat tersebut. Jum’at, (24/1/2026).
Satia menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari kerja keras tim dan dukungan penuh dari sang istri, Sudayni, yang turut membantunya sejak awal pembukaan pada momen Lebaran 2025 lalu. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Balitbang yang telah memfasilitasi proses pendaftaran merek ini.
“Kami ingin Jangkat dikenal luas di level nasional. Penghargaan API Awards kemarin adalah langkah awal, dan legalitas merek ini adalah fondasi bagi kami untuk memberikan layanan wisata yang lebih baik bagi para pengunjung, baik lokal maupun dari luar daerah,” ucapnya.
Saat ini, Farenza Garden menjadi daya tarik utama di dataran tinggi Jangkat berkat konsep agrowisata dan spot foto “tangga langit” yang ikonik. Kehadirannya terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Desa Renah Alai dan sekitarnya melalui kunjungan wisatawan yang terus meningkat setiap minggunya.
Selain menyimpan tempat wisata Desa Renah Alai juga tersimpan kebun-kebun stroberi milik masyarakat.
Penulis : Rido Asran







