Gerak Cepat, Komisi II DPRD Agam Gelar Raker Mitra Kerja Bahas Percepatan Penanganan Pascabencana

  • Whatsapp

Agam — Komisi II DPRD Kabupaten Agam menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja guna membahas percepatan penanganan pascabencana di Kabupaten Agam. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPRD Agam, Senin (12/1/2026).

Raker dipimpin Ketua Komisi II DPRD Agam, Yandril, S.Sos, didampingi Wakil Ketua Albert, S.IP, dan Sekretaris Hardianto. Sejumlah anggota Komisi II turut hadir, di antaranya Zulpardi, S.Ag, Nesi Harmita, ST, Rahmad Rifai Koto, Epi Suardi, Zelman, dan Yonadi.

Dari Sekretariat DPRD Agam, rapat didampingi Kepala Bagian Keuangan M. Reza Arrasully, SE, beserta jajaran pendamping Komisi II.

Beberapa OPD mitra kerja yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Badan Keuangan Daerah, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Rapat kerja ini membahas pembenahan rencana kerja dan peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan program OPD, khususnya yang berkaitan dengan penanganan pascabencana di Kabupaten Agam.

Selain itu, Komisi II DPRD Agam juga menyoroti isu serapan anggaran daerah serta rencana program kinerja OPD tahun 2026 pascabencana, terutama program yang berdampak langsung terhadap pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi II meminta pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan kebencanaan dan pemulihan masyarakat terdampak.

Ketua Komisi II DPRD Agam, Yandril, S.Sos, menyampaikan bahwa percepatan penanganan pascabencana perlu dilakukan secara terkoordinasi karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berharap seluruh OPD dan pihak terkait dapat bergerak cepat dalam penanganan pascabencana, karena hal ini berhubungan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat,” ujar Yandril.

Menanggapi hal tersebut, para kepala OPD yang hadir memberikan penjelasan terkait progres pelaksanaan program, kendala yang dihadapi, serta langkah percepatan yang akan dilakukan ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *