Bungo, Benuajambi.com – Semangat menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muara Bungo (UMB) menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah mahasiswa dari kalangan kurang mampu. Salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya mengakui bahwa saat ini ia tengah berupaya keras untuk memenuhi kewajiban administrasi SPP di tengah keterbatasan ekonomi.
Mahasiswa tersebut bahkan rela tinggal di sebuah mushollah demi menekan biaya hidup agar tetap bisa melanjutkan mimpinya meraih gelar sarjana. Namun, memasuki semester berjalan, ia mengaku cukup terbebani dengan beban tagihan biaya pendidikan yang muncul.
“Saya sangat berharap bisa mendapatkan bantuan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. Situasi ekonomi saat ini memang sulit, sehingga saya berharap ada solusi agar studi saya tidak terhenti di tengah jalan,” ungkapnya dengan nada penuh harap saat ditemui pada Kamis (8/1/2026).
Menanggapi situasi tersebut, Rektor Universitas Muara Bungo, Dr. Syafrialdi, S.Pi., M.Si, memberikan klarifikasi langsung. Beliau menjelaskan bahwa pihak universitas menaruh perhatian besar terhadap kondisi mahasiswanya dan tengah mengupayakan berbagai jalur pendanaan eksternal.
“Kami sangat memahami kondisi ekonomi mahasiswa kami. Saat ini, pihak kampus terus bergerak ‘menjemput bola’ dengan mengajukan permohonan beasiswa ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Kami sedang memperjuangkan tambahan kuota agar mahasiswa kurang mampu di UMB bisa terakomodir melalui program KIP Kuliah,” jelas Dr. Syafrialdi saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (15/01/2026).
Selain jalur pemerintah pusat, Rektor menjelaskan bahwa pihak kampus juga membangun komunikasi intensif dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di tingkat kabupaten maupun provinsi sebagai solusi bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan .
“Kami tidak tinggal diam. Tim universitas sedang bekerja sama dan mempersiapkan dokumen persyaratan dikirimkan ke Baznas agar segera mendapat respons. Dengan kondisi ini, Kami berharap dana zakat dan infak ini bisa menjadi jembatan bagi mereka yang memiliki semangat belajar tinggi meski dalam kesulitan ekonomi,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret dan bentuk empati pihak kampus, Dr. Syafrialdi juga menegaskan komitmennya untuk memberikan kebijakan administratif yang fleksibel. Jika nantinya upaya beasiswa tersebut belum membuahkan hasil, universitas telah menyiapkan skema keringanan pembayaran.
“Perjuangan untuk mendapatkan beasiswa ini akan terus kami kawal. Namun, seandainya skema tersebut gagal, pihak kampus tidak akan menutup mata. Kami memberikan keringanan kepada mahasiswa kurang mampu berupa sistem pembayaran yang bisa dicicil, baik itu secara mingguan maupun bulanan, menyesuaikan kemampuan finansial mereka,” tegas Rektor.
Di akhir penyampaiannya, beliau mengimbau para mahasiswa untuk tetap fokus pada prestasi akademik sementara proses administrasi beasiswa terus berjalan. Pihak UMB berkomitmen penuh untuk mendampingi setiap mahasiswa agar tidak ada yang putus kuliah.
Penulis : Rido Asran
Editor : Tim Redaksi Benuajambi.com







