MERANGIN, BENUAJAMBI.COM – Seiring dengan melonjaknya popularitas destinasi wisata di Dataran Tinggi Kabupaten Merangin, aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan kini menjadi sorotan utama. Komunitas Pecinta Wisata Merangin (PWM) secara resmi melayangkan permintaan agar pengerjaan proyek perbaikan jalan di jalur Siau-Jangkat dihentikan sementara menjelang musim mudik dan libur lebaran. Kamis, (12/03/226).
Saat ini, destinasi wisata di wilayah Jangkat dan sekitarnya tengah mengalami kemajuan signifikan. Salah satu magnet utamanya adalah Farenza Garden, yang menawarkan pemandangan gunung yang memukau serta paket wisata bermalam bagi keluarga. Pesatnya kunjungan ini berdampak langsung pada meningkatnya arus lalu lintas di jalur tersebut.
Ketua Pecinta Wisata Merangin, M. Andoni, menyatakan kepeduliannya melalui surat resmi bernomor 005/5/PWM/III/2026 yang ditujukan kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Merangin.
Dalam keterangannya kepada awak media, Andoni meminta agar pengerjaan proyek dari Dinas PUPR Provinsi Jambi tersebut diistirahatkan sejenak.
“Kami meminta agar pengerjaan proyek perbaikan badan jalan dapat dihentikan sementara sejak tanggal 19 Maret hingga 29 Maret 2026. Hal ini bertepatan dengan puncak musim liburan Idul Fitri dan arus balik pemudik,” ujar Andoni.
Langkah ini diambil mengingat prediksi lonjakan arus lalu lintas yang akan jauh lebih padat dibanding hari biasa. Keberadaan material proyek dan alat berat di badan jalan dikhawatirkan akan memicu kemacetan parah serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang tidak mengenal medan.
Kekhawatiran senada juga diungkapkan oleh salah seorang pengguna jalan yang melintas. Ia menyebutkan bahwa jalur Siau-Jangkat kini sudah sangat ramai dan rawan.
“Jalan sudah sangat ramai sekarang. Baiknya istirahat dulu pengerjaannya menjelang selesai raya, takutnya nanti ada kecelakaan lagi. Kemarin saja sudah ada dua orang yang meninggal di jalan Siau-Jangkat,” ungkapnya dengan nada cemas.
Besar harapan masyarakat dan komunitas wisata agar Dinas PUPR Provinsi Jambi memberikan respon positif atas permohonan ini. Penghentian sementara proyek diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan, tidak hanya bagi para pemudik, tetapi juga bagi para wisatawan domestik yang ingin menikmati keindahan alam Merangin tanpa rasa was-was.
Rido Asran







