Ricuh Tawuran Pelajar, Warung Warga Rusak,Lima Pelajar SMK Pgri 2 Jambi Diamankan

  • Whatsapp

JAMBI.(Benuajambi.com)-Aksi tawuran antarpelajar di Jalan Sri Kayangan, Kecamatan Jambi Selatan, Kamis sore (15/1/2026), tak hanya meresahkan warga, tetapi juga sempat viral di media sosial. Rekaman video warga memperlihatkan puluhan remaja bermotor konvoi sambil membawa senjata tajam.

Tak lama setelah video itu beredar, polisi bergerak cepat. Lima pelajar berhasil diamankan Polsek Jambi Selatan.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar melalui Kasi Humas Ipda Deddy membenarkan peristiwa tersebut. Kelima remaja yang diamankan berusia 15 hingga 17 tahun dan masih berstatus pelajar.

“Peristiwa itu memang sempat terekam kamera warga dan beredar luas di media sosial. Dari laporan masyarakat dan video tersebut, anggota langsung menuju lokasi dan mengamankan para pelajar,” ujar Ipda Deddy,Jum’at 16 Januari 2026

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Sekitar 35 sepeda motor berisi pelajar SMK PGRI 2 berkumpul di belakang Puskesmas Talang Bakung.

Mereka kemudian bergerak konvoi menuju simpang tiga Sri Kayangan untuk bertemu kelompok pelajar SMK Yadika Jambi.

Rombongan sempat melintas di depan rumah Wakil Gubernur. Karena belum bertemu lawan, mereka memutar arah ke kawasan VIP Bandara sebelum kembali lagi ke Sri Kayangan.

Saat kedua kelompok berhadapan, keributan pun pecah. Warga berdatangan. Situasi memanas. Rombongan kemudian tercerai-berai.

Dalam kondisi itu, sebuah toko milik warga bernama Ali di Jalan Kop UD Syaring, Talang Bakung, dilaporkan mengalami kerusakan.

Tidak berselang lama, lima pelajar diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Jambi Selatan. Polisi turut menyita satu bilah celurit, satu batang kayu, satu botol minuman keras, serta tiga unit sepeda motor.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui tawuran dipicu saling ejek di media sosial. Perselisihan antara pelajar SMK PGRI 2 dan SMK Yadika kemudian berlanjut dengan kesepakatan bertemu di Sri Kayangan.

“Kami masih mendalami peran masing-masing dan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat,” tegas Ipda Deddy.

Polresta Jambi mengimbau pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pergaulan pelajar, khususnya aktivitas di media sosial yang kerap memicu konflik.

“Tawuran bukan hanya mencoreng dunia pendidikan, tetapi juga membahayakan keselamatan banyak orang,” tutupnya.

(Bambang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *