MERANGIN, BENUAJAMBI.COM – Sinergi kuat ditunjukkan oleh unsur pimpinan kecamatan (Uspika) Tabir Ulu dalam upaya mendongkrak ekonomi kreatif warga. Bertempat di Desa Kapuk, Camat Tabir Ulu Afrizal S ST Kapolsek Tabir Ulu Iptu Supranata SH MH dan Kepala Desa Kapuk Yulirman menggandeng mahasiswa KKN untuk menggelar workshop praktis Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber), Sabtu, (28/02/2026).
Menghadirkan Ahli di Tengah Masyarakat
Bukan sekadar sosialisasi, kegiatan ini menghadirkan praktisi perikanan ahli untuk membedah tuntas teknik budidaya. Fokus utamanya adalah pemanfaatan ekosistem tertutup: kotoran ikan menjadi nutrisi bagi sayuran, sementara tanaman sayur membantu menyaring air di dalam ember.
Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Supranata SH MH menekankan bahwa program ini adalah langkah preventif untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Keamanan sebuah wilayah bermula dari dapur yang mengepul. Jika ekonomi kreatif seperti Budikdamber ini jalan, kesejahteraan warga meningkat, dan situasi kamtibmas pun akan semakin kondusif,” tegas beliau.
Suara Mahasiswa : Pengabdian Berbasis Solusi
Koordinator Mahasiswa menjelaskan bahwa pemilihan program ini didasari oleh survei lapangan mengenai potensi limbah rumah tangga dan ketersediaan lahan warga.
“Kami tidak ingin hanya datang dan pergi. Kami membawa ahli agar warga tahu bahwa dengan modal satu ember dan bibit ikan lele, mereka sudah bisa panen kangkung setiap dua minggu sekali dan panen ikan dalam dua bulan. Ini solusi nyata untuk ekonomi keluarga,” ungkapnya
Detail Teknis yang Diajarkan
Dalam sesi praktik, warga diajarkan langkah-langkah presisi yang dipandu langsung oleh narasumber :
- Penyemaian Sayur : Menggunakan media rockwool atau arang sekam di dalam gelas plastik.
- Kualitas Air : Cara menetralisir air kaporit atau air sumur sebelum menebar bibit.
- Padat Tebar : Rasio ideal jumlah ikan per ember agar tidak terjadi kematian massal.
- Sirkulasi Nutrisi : Penempatan lubang pembuangan untuk memudahkan pengurasan air bawah (limbah padat).
Harapan Camat dan Pemerintah Desa
Camat Tabir Ulu, Afrizal S ST berharap Desa Kapuk bisa menjadi pilot project bagi desa-desa lain di wilayahnya. Sementara itu, Kepala Desa Kapuk, Yulirman berkomitmen untuk memantau keberlanjutan program ini melalui kelompok tani atau PKK desa.
“Ini adalah investasi ilmu. Terima kasih kepada Kapolsek, Pak Camat, dan adik-adik mahasiswa yang telah membuka mata warga kami bahwa ekonomi kreatif tidak harus mahal,” tutup Kades Kapuk.
Penulis :Rido Asran







