MUARO JAMBI. (Benuajambi.com)-Aktivitas pengeboran minyak ilegal (illegal drilling) di Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi, kian tak terkendali. Praktik melawan hukum itu berlangsung terang-terangan dan kini berdampak serius: Sungai Kandang di Desa Tanjung Lebar tercemar limbah minyak mentah.
Pantauan di lapangan, air sungai yang sebelumnya menjadi sumber kehidupan warga kini berubah keruh dan berminyak. Bau menyengat tercium, sementara lapisan minyak tampak mengapung di permukaan air.
Tak hanya merusak kualitas air, dampaknya juga merembet ke sektor pertanian. Tanaman sawit milik warga di sekitar aliran sungai mulai menguning dan rusak akibat terpapar limbah.
Seorang warga Desa Tanjung Lebar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya. Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius.
“Air Sungai Kandang sekarang sudah bercampur minyak. Padahal ini sumber utama kami—untuk mandi, mencari ikan, sampai kebutuhan sehari-hari,” ujarnyaKamis( 19/03) Sore.
Menurutnya, pencemaran telah berdampak pada sedikitnya dua RT dengan puluhan kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari sungai tersebut.
“Sudah sering kami laporkan, tapi tidak ada respons nyata. Malah sumur ilegal makin banyak dan makin menjadi-jadi,” tambahnya dengan nada kecewa.
Warga menilai lemahnya pengawasan dan penindakan membuat aktivitas ilegal ini terus berkembang. Mereka mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga kementerian terkait untuk segera turun tangan.
Desakan juga diarahkan hingga ke pemerintah pusat. Warga berharap perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia agar persoalan ini tidak terus dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau dibiarkan, bukan cuma lingkungan yang hancur. Kehidupan kami juga ikut hancur,” tegas warga lainnya.
Aktivitas illegal drilling memang bukan persoalan baru di wilayah Muaro Jambi. Namun, hingga kini praktik tersebut seolah sulit diberantas, meski dampaknya kian meluas dan nyata.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Tanpa langkah tegas dan terukur, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak jangka panjang bagi generasi mendatang.
(HS)







