Merangin, Benuajambi.com – Ratusan massa yang tergabung dalam ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Merangin turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa menuntut penghentian aktivitas angkutan batu bara yang melintasi wilayah Kabupaten Merangin, Senin (02/02).
Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan titik kumpul di depan Kantor Bupati Lama. Dari sana, massa melakukan long march menuju Kantor Bupati Baru sambil menyuarakan aspirasi mereka melalui orasi yang membakar semangat.
Dalam orasinya, Hasren Purja Sakti selaku koordinator aksi menekankan bahwa keberadaan armada batu bara yang melintasi jalan raya di Kabupaten Merangin sudah sangat meresahkan masyarakat. Ia menilai aktivitas tersebut seringkali melanggar aturan dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Kami dengan tegas meminta agar angkutan batu bara segera dihentikan melintas di daerah Merangin. Kondisinya sudah sangat meresahkan dan seolah tidak ada lagi aturan yang ditaati,” tegas Hasren di hadapan massa.
Ia juga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera mengambil tindakan nyata dan tegas guna menertibkan armada-armada nakal tersebut sebelum gejolak di masyarakat semakin meluas.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa aksi ini tidak hanya diikuti oleh kader Pemuda Pancasila. Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) lain turut hadir memberikan dukungan, di antaranya :
* Front Dusun Bangko (FDB): Dihadiri langsung oleh Ketua FDB, Darus Tamin.
* GRIB Jaya: Perwakilan dari Kabupaten Bungo.
* Serta beberapa elemen ormas lainnya.
Respons Pemerintah Daerah
Kedatangan massa di Kantor Bupati Merangin disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pihak pemerintah menyatakan akan menampung aspirasi tersebut untuk dibahas lebih lanjut demi mencari solusi terbaik bagi masyarakat Merangin.
Aksi yang ditutup dengan teriakan yel-yel “Pancasila Abadi” ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Hingga massa membubarkan diri, situasi terpantau aman, tertib, dan damai.
Penulis : Andi Saputra






