Bungo, Benuajambi.com – Kinerja Direktur PDAM Pancuran Telago Bungo, Eka Yasa, S.T., kini tengah menjadi sorotan tajam dari berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dipicu oleh terhentinya pasokan air bersih secara total pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kondisi ini membuat warga merasa kecewa karena kebutuhan mendasar mereka terganggu tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
Keluhan serius salah satunya datang dari warga yang bermukim di kawasan Lorong Poso. Mereka mengeluhkan air yang sama sekali tidak mengalir ke rumah-rumah sejak pagi hari.
“Sampai sore ini air belum juga naik, padahal kami sangat membutuhkannya untuk memasak dan keperluan rumah tangga lainnya,” ujar salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Tidak hanya masyarakat umum, dampak macetnya pasokan air ini juga dirasakan langsung oleh kalangan mahasiswa di Kabupaten Bungo. Banyak mahasiswa yang tinggal di rumah indekos sekitar area tersebut merasa sangat dirugikan. Pasalnya, aktivitas persiapan kuliah mereka menjadi terkendala akibat ketiadaan air bersih untuk mandi dan keperluan lainnya.
“Jadwal kuliah kami hari ini jadi sangat terganggu. Kami kesulitan untuk bersiap-siap karena pasokan air tidak ada sama sekali,” keluh salah satu mahasiswa yang terdampak.
Menurutnya, masalah teknis seperti ini seharusnya bisa diantisipasi lebih awal agar tidak melumpuhkan produktivitas masyarakat, terutama para pelajar dan pekerja.
Situasi ini memicu gelombang pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas kepemimpinan Eka Yasa sebagai Direktur PDAM. Warga menilai, di bawah kepemimpinannya, pelayanan air bersih seharusnya mengalami peningkatan kualitas, bukan justru sering mengalami kendala teknis yang merugikan pelanggan secara luas.
“Kami mempertanyakan bagaimana manajemen dan pemeliharaan infrastruktur di PDAM saat ini. Masalah air tidak mengalir ini bukan perkara sepele bagi kami yang setiap bulan rutin membayar tagihan,” tegas seorang tokoh masyarakat yang meminta agar pihak manajemen lebih responsif terhadap keluhan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan pada Sabtu sore, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Kabupaten Bungo. Ketidakpastian ini semakin menambah kekesalan warga yang menunggu kepastian kapan aliran air akan kembali normal. Sikap diam dari pihak manajemen dianggap tidak profesional dalam menghadapi krisis pelayanan publik.
Penulis : Rido Asran







