MERANGIN, BENUAJAMBI.COM — Keindahan alam Danau Depati Empat kini tengah menjadi sorotan publik setelah berhasil menembus jajaran 3 besar dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026. Kendati menyimpan potensi wisata dan ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat, destinasi wisata unggulan ini dinilai masih memerlukan perhatian serta tindakan nyata dari pihak pemerintah.
Di balik pesona alamnya yang memukau, kawasan tersebut masih dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar. Salah satu tantangan utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah kondisi akses jalan yang rusak serta belum memadainya jaringan internet.
“Infrastruktur yang memadai bukan sekadar kebutuhan dasar masyarakat, melainkan kunci utama untuk membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan potensi wisata daerah,” jelas seorang warga setempat saat menyampaikan harapannya.
Selain permasalahan infrastruktur dasar, ancaman perambahan hutan di sekitar kawasan danau juga menjadi perhatian serius yang tidak boleh diabaikan. Keasrian kawasan hutan di sekeliling Danau Depati Empat dipandang sebagai kelestarian alam yang wajib dijaga bersama dari kehancuran demi kepentingan jangka pendek.
“Keindahan alam yang kita nikmati hari ini adalah warisan yang harus terus dijaga, bukan untuk dirusak demi kepentingan sesaat,” tambahnya.
Pencapaian masuk dalam 3 besar API Awards 2026 diharapkan dapat menjadi momentum krusial bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen. Pemerintah diharapkan hadir memberikan solusi konkret, mulai dari perbaikan akses jalan hingga penyediaan sarana komunikasi yang memadai.
Di sisi lain, upaya menjaga keasrian kawasan Danau Depati Empat dari perambahan hutan memerlukan sinergi dan peran aktif bersama. Penanganan ini membutuhkan kepedulian dari segenap elemen masyarakat serta instansi terkait, seperti Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Dinas Kehutanan Kabupaten Merangin, dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
“Prestasi di ajang nasional ini harus menjadi pemicu langkah nyata. Penanganan akses jalan, jaringan internet, hingga kelestarian hutan di sekitar danau harus menjadi perhatian bersama demi kemajuan dan kelangsungan pariwisata daerah,” pungkasnya.
(Rido)







