Merangin, Benuajambi.com – Sebuah perubahan besar tengah bersemi di wilayah Tabir Ulu dan Tabir Barat. Narasi tentang kerusakan lingkungan perlahan berganti menjadi kisah kemandirian ekonomi. Melalui program unggulan “Revolusi Ekonomi Hijau,” Kapolsek Tabir Ulu beserta jajarannya berhasil menyulap ketergantungan masyarakat pada sektor tambang menjadi ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Sejak awal masa jabatannya hingga hari ini, Kapolsek yang bernama lengkap Iptu Supranata yang biasa dikenal di kalangan masyarakat “bang Nata” bersama dengan jajarannya tidak pernah absen turun ke desa-desa. Dengan pendekatan yang persuasif dan menyentuh hati, ia merangkul pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga pemuda Karang Taruna untuk bersama-sama melihat potensi alam dari sudut pandang yang berbeda.
Kontinuitas perjuangan jajaran Polsek Tabir Ulu mulai membuahkan hasil manis. Masyarakat yang dulunya ragu, kini mulai tergerak. Terbukti dengan hadirnya kolam-kolam ikan yang dikelola melalui BUMDes di berbagai desa.
• Budidaya Ikan : Banyak desa yang kini telah sukses melakukan panen ikan secara berkala, menciptakan sumber pendapatan baru yang halal dan ramah lingkungan.
• Pertanian Jagung : Sektor pertanian jagung pun berkembang pesat. Yang luar biasa, Polsek Tabir Ulu tidak hanya mengajak menanam, tetapi juga turun tangan memfasilitasi penjualan hasil panen agar petani tidak dipermainkan tengkulak.
Tak berhenti pada urusan ekonomi, kepedulian terhadap ekosistem menjadi prioritas berikutnya. Baru-baru ini, Kapolsek bersama jajarannya dan Karang Taruna bahu-membahu menanam pohon di sepanjang pinggiran sungai. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi alam yang sempat rusak, sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Kesabaran dalam Pendekatan Preemtif
Meski sebagian kecil warga masih ada yang melakukan aktivitas penambangan, Kapolsek Tabir Ulu memilih jalan yang penuh kesabaran. Tanpa kenal lelah, jajaran Polsek terus melakukan langkah preemtif melalui imbauan dan dialog hangat.
“Kami mengedepankan hati. Kami ingin warga beralih ke perikanan atau pertanian bukan karena takut hukum, tapi karena mereka sadar bahwa ini lebih menjanjikan untuk masa depan anak cucu mereka,” ujar Kapolsek saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Aksi nyata ini menjadi magnet simpati bagi para netizen di media sosial. Konsistensi Polsek Tabir Ulu yang hadir sebagai fasilitator ekonomi sekaligus pelindung alam dianggap sebagai wajah asli Polri Presisi. Polri tidak lagi hanya dipandang sebagai penegak hukum, melainkan sebagai “Bapak” yang membimbing masyarakat menuju kesejahteraan.
“Melihat bapak-bapak polisi ikut berlumur lumpur membantu kolam ikan dan menanam pohon membuat kami sadar bahwa mereka benar-benar peduli pada nasib kami,” ungkap salah satu warga setempat dengan haru.
Perjuangan Revolusi Ekonomi Hijau di Tabir Ulu adalah bukti bahwa dengan ketulusan dan kerja keras, perubahan menuju kebaikan bukan sekadar mimpi. (Rido Asran)







