Merangin, Benuajambi.com – Beredarnya video penangkapan sekitar 3 ton BBM jenis solar di wilayah Mentawak , Kabupaten Merangin, oleh aparat kepolisian setempat, kini menjadi sorotan publik. Dalam video tersebut, BBM diduga milik seorang berinisial YLI alias Encim, yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin).
Di tengah mencuatnya kasus ini, muncul pula berbagai pernyataan di media sosial yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat, termasuk isu yang menyeret jabatan Kasat Reskrim Polres Merangin. Bahkan, beredar tudingan terkait adanya aliran dana rutin yang diduga diterima oleh oknum tertentu.
Namun hingga kini, informasi tersebut masih sebatas dugaan yang memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Merangin (GMM) Jambi, Zaki Janasta, menyampaikan bahwa pihaknya mendesak Polda Jambi untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan transparan.
“Jika benar adanya dugaan sebagaimana yang beredar, maka ini adalah persoalan serius yang tidak hanya mencederai hukum, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum,” ujarnya.
GMM Jambi secara tegas meminta Polda Jambi untuk:
Memeriksa kebenaran video yang beredar di masyarakat
Memanggil dan memeriksa Kasat Reskrim Polres Merangin apabila terbukti terlibat, sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku
Memanggil dan memeriksa YLI alias Encim sebagai pihak yang diduga terkait
Melakukan proses hukum secara terbuka di hadapan publik
Menindak tegas sesuai hukum yang berlaku serta mengupayakan pengembalian potensi kerugian negara
Zaki menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
“Kami tidak ingin ada spekulasi liar yang terus berkembang. Oleh karena itu, kami mendorong aparat penegak hukum, khususnya Polda Jambi, untuk membuka secara terang benderang kasus ini kepada masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran dugaan tersebut.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang. (Rido)







