Hadapi Provokasi Massa di Polres Merangin, Ipda Ashadi Dipuji Tetap Profesional Meski Leher Terluka

  • Whatsapp

MERANGIN, BENUAJAMBI.COM — Ketegasan dan keberanian dalam menegakkan hukum kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Merangin dalam menangani kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang meresahkan warga. Di balik operasi pengungkapan tersebut, sosok Ipda Ashadi perwira berpengalaman di bidang reserse yang dipercaya memimpin Tim Unit Reaksi Cepat (URC) menjadi sorotan atas dedikasi dan ketenangannya di tengah situasi kritis.

Kehadiran Ipda Ashadi dan Tim URC menjawab keresahan mendalam masyarakat atas maraknya aktivitas PETI yang kerap dibekingi oknum Suku Anak Dalam (SAD) serta tindak-tanduk yang kerap memicu intimidasi di wilayah pemukiman warga.

Bacaan Lainnya

Pengungkapan kasus ini bermula dari tindakan tegas Tim URC yang berhasil mengamankan dua orang pekerja PETI di lokasi penambangan ilegal. Penindakan tersebut merupakan respons cepat kepolisian atas laporan warga yang resah dengan kerusakan lingkungan dan ancaman keamanan yang ditimbulkan.

Namun, pasca penangkapan kedua pelaku, situasi sempat memanas ketika sekelompok warga Suku Anak Dalam mendatangi Polres Merangin untuk mempertanyakan penahanan pekerja peti.

Menghadapi kedatangan kelompok SAD dengan emosi yang membumbung, Ipda Ashadi menunjukkan kualitas kepemimpinan lapangan yang mumpuni. Dengan dingin dan tenang, beliau berusaha pasang badan mendatangi kelompok tersebut guna memberikan pengertian, edukasi hukum, serta dialog secara humanis agar situasi tetap kondusif.

Niat baik dan pendekatan dingin Ipda Ashadi sayangnya disambut provokasi dan gesekan fisik. Ipda Ashadi turut menjadi korban kekerasan dalam insiden tersebut hingga mengalami luka di bagian leher.

Meski terluka saat menjalankan tugas, perwira reserse tersebut tetap mengedepankan profesionalisme dan ketenangan tanpa memancing kerusuhan yang lebih besar.

Sikap tegas yang berpadu dengan ketenangan Ipda Ashadi mendapat apresiasi luas dari warga Merangin ini terlihat dari beberapa komen di medsos yang secara langsung mendukung Ipda Ashadi Pengorbanan dan dedikasinya mempertegas posisi kepolisian bahwa penegakan hukum terhadap aktivitas PETI akan terus berjalan demi melindungi keselamatan masyarakat banyak.

Pihak Polres Merangin menegaskan bahwa insiden penyerangan tidak mematikan langkah polisi untuk menuntaskan penanganan PETI dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Merangin. (Rido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *