Sistem Lomba Perpustakaan Desa di Merangin Dinilai Amburadul, Perangkat Desa Layangkan Protes

  • Whatsapp

Merangin, Benuajambi.com – Pelaksanaan Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Merangin Tahun 2026 menuai kritik tajam. Sistem seleksi yang dijalankan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Merangin dinilai tidak transparan dan membingungkan peserta. Jum’at, (8/5/2026).

Kritik pedas salah satunya datang dari Andoni, seorang perangkat Desa Muara Siau. Ia menegaskan bahwa panitia pelaksana tidak konsisten dalam menjalankan aturan yang telah diumumkan sebelumnya kepada publik.

Bacaan Lainnya

Menurut Andoni, terdapat perbedaan mendasar antara informasi pada pamflet pengumuman dengan realita di lapangan. Dalam pamflet resmi, tidak dicantumkan adanya tahapan seleksi berkas yang bersifat menggugurkan. Namun, secara tiba-tiba panitia merilis berita acara hasil verifikasi administrasi yang memangkas jumlah peserta secara signifikan.

“Sistemnya amburadul. Di pamflet pengumuman tidak tertera ada seleksi berkas (yang menggugurkan), tapi tiba-tiba panitia melakukan seleksi tersebut dan mengeluarkan daftar pemenang administrasi,” tegas Andoni.

Sebelumnya, diketahui sekitar 60 desa di Kabupaten Merangin dianjurkan untuk mendaftar dan berpartisipasi dalam ajang ini. Namun, berdasarkan surat Berita Acara Penilaian Nomor: 000.4.1/09/PUSTAKA/V/2026 tertanggal 8 Mei 2026, tercatat hanya 42 desa yang mendaftar, dan mirisnya hanya 6 desa yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi untuk lanjut ke tahap penilaian lapangan.

Keenam desa yang lolos tersebut adalah :
1. Desa Pinang Merah (Pamenang Barat)
2. Desa Rasau (Renah Pamenang)
3. Desa Sido Harjo (Tabir Lintas)
4. Desa Lantak Seribu (Renah Pamenang)
5. Desa Bukit Bungkul (Renah Pamenang)
6. Desa Sido Lego (Tabir Lintas)

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Pelaksana, Asmiati, S.Pd, M.Pd, disebutkan bahwa tim juri akan melakukan visitasi lapangan pada tanggal 11 hingga 13 Mei 2026.Peserta yang lolos diminta menyiapkan presentasi serta bukti fisik perpustakaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Merangin belum memberikan tanggapan resmi terkait protes yang dilayangkan oleh perangkat desa mengenai ketidaksesuaian prosedur seleksi dengan informasi awal pada pamflet lomba yang menjanjikan total hadiah jutaan rupiah tersebut. (Rido Asran)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *