JAMBI.(Benuajambi.com)– Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Jambi kembali menggelar kegiatan Yasinan rutin bulanan yang berlangsung khidmat pada Jumat malam (5/6/2026) di kawasan Perumahan Auduri, Kota Jambi.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus MPC, para Ketua dan pengurus PAC, KOTI Mahatidana, Srikandi Pemuda Pancasila, serta kader dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.
Selain menjadi agenda rutin organisasi, kegiatan kali ini juga dirangkai dengan doa bersama untuk mengenang 40 hari wafatnya ipar Ketua PAC Telanaipura, Charles Bronson. Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terlihat selama pelaksanaan acara yang diisi pembacaan Surah Yasin dan doa bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Jambi, Erwin, menyerahkan Al-Qur’an secara simbolis kepada seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kegiatan keagamaan di lingkungan organisasi.
Erwin mengatakan, Yasinan rutin merupakan salah satu program pembinaan mental dan spiritual kader yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bahkan ke depan, kegiatan tersebut akan digelar secara bergilir di setiap PAC yang ada di Kota Jambi.
“Yasinan rutin ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kader, tetapi juga mempererat silaturahmi antaranggota. Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergantian di seluruh PAC se-Kota Jambi agar semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius dapat terus terjaga,” ujar Erwin,Jum’at 05/06.
Menurutnya, penyerahan Al-Qur’an kepada setiap PAC diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk semakin aktif melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk almarhum, keluarga yang ditinggalkan, serta memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi Pemuda Pancasila Kota Jambi.
Melalui program Yasinan rutin yang akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh PAC, MPC Pemuda Pancasila Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara solidaritas, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kokoh.
(Yanto)







