MERANGIN, BENUAJAMBI.COM – Mogok kerja buntut gaji 4 bulan tak cair, dikabarkan memicu Plt Direktur RSUD Kolonel Abundjani mengundurkan diri. Pemerintah segera mengisi kekosongan jabatan.
Kabar ini merebak sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Merangin dengan OPD terkait salah satunya RSUD Kolonel Abundjani pada Senin (11/5/2026) pagi.
Mundurnya Plt Direktur RSUD Kolonel, dr M Zaherman makin menguat, setelah upayanya memperjuangkan gaji 260 Tenaga Kesehatan (Nakes) PPPK Paruh Waktu (PW) pasca RDP menemui jalan buntu.
“Infonya sudah lelah. Mondar-mandir sana sini, bagaimana supaya nakes bisa gajian, tidak ada mogok, dan pelayanan tetap berjalan. Tapi tak kunjung ada hasil,” sebut sebuah sumber dekat RSUD.
Bak simalakama, Zaherman dihadapkan dengan pembayaran gaji PPPK PW dari APBD Merangin. Namun pemerintah, malah mendorong gaji dari dana BLUD.
Meski memiliki pos anggaran gaji, namun dana tersebut untuk pekerja berstatus BLUD, bukan untuk PPPK PW yang tercatat sebagai ASN.
“Karena terdesak, dan keputusan ini membahayakan jika Plt Direktur mengunakan dana BLUD untuk PPPK, berarti menghanguskan status ASN, tapi disisi lain, pelayanan terganggu,” tambah sumber itu.
Penelusuran media ini mendapatkan kabar, bahwa dr M Zaherman resmi mengundurkan diri sepekan lalu.
“Sudah sekitar seminggu. Surat pengunduran diri disampaikan ke bupati,” ungkap sumber lain.
Sementara tak kunjung ada kejelasan gaji, ratusan PPPK PW yang menyatakan mogok kerja hari ini, ramai-ramai mendatangi kantor Bupati Merangin sekitar pukul 08.30 Wib. Namun sayang, bupati berada di Sungai Manau dan hanya ada sekda.
Upaya serupa, dilakukan pada Selasa (12/5/2026) malam juga dilakukan nakes RSUD Kolonel Abundjani. Namun bupati enggan menemui rombongan nakes yang datang ke rumah dinas.
Sementara Bupati Merangin, Muhamad Syukur membenarkan pengunduran diri, Zaherman. Namun Syukur mengatakan, pengunduran diri karena faktor kesehatan.
“Mengundurkan diri karna paktor kesehatan..dan segera di isi kekosongan nya,” katanya.
Disinggung soal kabar nakes PPPK PW RSUD Kolonel Abundjani minta audiensi pada Senin (18/5/2026), Syukur membenarkan.
“Mudah mudahan kalau tidak ada halangan,” katanya.
(Rido Asran)







