Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno Bersama PWI, Sinergi Pers Jadi Kunci Pembangunan

  • Whatsapp

MUARO JAMBI – Arus informasi yang semakin deras di era digital menuntut kerja jurnalistik tak berhenti pada kecepatan. Akurasi, etika, dan kemampuan memilah informasi menjadi tantangan yang ikut menentukan kualitas pers di tengah masyarakat. Pesan itu menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muaro Jambi masa bakti 2026–2029.

Mustopa Burhan kembali dipercaya memimpin PWI Kabupaten Muaro Jambi. Ia resmi dilantik sebagai Ketua PWI Muaro Jambi untuk masa bakti 2026–2029 dalam prosesi yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, Kompleks Bukit Cinto Kenang, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pelantikan tersebut mengusung tema “Jurnalis Konstruktif di Bumi Sailun Salimbai: Sinergi PWI Mengawal Pembangunan Berkelanjutan dan Menanggapi Disinformasi.” Tema itu sekaligus menegaskan posisi pers untuk menghadirkan informasi yang membangun, sekaligus ikut membentengi masyarakat dari derasnya penyebaran informasi palsu.

Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Muaro Jambi. Kehadiran jajaran pimpinan daerah menambah bobot agenda pelantikan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Hadir pula Ketua dan jajaran pengurus PWI Provinsi Jambi, pengurus PWI Kabupaten Muaro Jambi yang baru dilantik, serta para tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintahan.

Kembalinya Mustopa Burhan sebagai Ketua PWI Muaro Jambi merupakan hasil mekanisme musyawarah yang difasilitasi PWI Provinsi Jambi. Kepercayaan tersebut mencerminkan apresiasi terhadap dedikasi dan kepemimpinannya pada periode sebelumnya.

Tantangan kepengurusan baru PWI Muaro Jambi tidak ringan. Perubahan pola konsumsi informasi membuat berita beredar dalam hitungan detik. Pada saat yang sama, disinformasi juga semakin mudah menyebar melalui berbagai platform digital.

Karena itu, pers dituntut bukan sekadar menjadi penyampai informasi. Produk jurnalistik harus mampu memberikan konteks, mendidik publik, sekaligus menjadi rujukan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan berkelanjutan yang objektif, edukatif, dan konstruktif bagi masyarakat Muaro Jambi.”

Di bawah kepemimpinan Mustopa Burhan, PWI Kabupaten Muaro Jambi memfokuskan program kerja pada tiga pilar utama.

Pertama, peningkatan kompetensi. PWI akan menggelar pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara berkala. Program tersebut diarahkan untuk melahirkan jurnalis yang andal dan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Kedua, penguatan etika profesi. Setiap produk pemberitaan harus tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Prinsip profesionalisme menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pers.

Ketiga, sinergi konstruktif. PWI Muaro Jambi akan mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan atau stakeholders. Namun, sinergi tersebut tidak berarti menggadaikan independensi pers.

Independensi tetap menjadi garis batas yang harus dijaga. Pers dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan, tetapi tetap memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi secara objektif.

Melalui sinergi antara pemerintah, Forkopimda, dan insan pers, PWI Kabupaten Muaro Jambi optimistis dapat terus mengambil peran dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Di Bumi Sailun Salimbai, pers diharapkan tidak hanya mengikuti perubahan zaman, tetapi juga ikut memastikan pembangunan berjalan dengan informasi yang terbuka, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *