Inspirasi Korsel di Merangin: Guru Usulkan Geopark Masuk Sekolah, GM MJUGGP Siap Bawa ke Kancah Nasional

  • Whatsapp

MERANGIN, BENUAJAMBI.COM — Gagasan strategis menjadikan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGP) sebagai bagian dari materi pembelajaran di sekolah mengemuka dalam seminar bersama tim asesor UNESCO Global Geopark di Kabupaten Merangin.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Family Inn, Kabupaten Merangin, pada 14 Agustus 2026 tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk tiga asesor atau evaluator UNESCO Global Geopark dari Prancis, Thailand, dan Korea Selatan.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, evaluator asal Korea Selatan, Prof. Jeon Youngmun, menekankan pentingnya pengenalan alam kepada anak-anak sejak usia dini melalui dunia pendidikan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan serta kekayaan alam di sekitar mereka.

Pemaparan tersebut menginspirasi kalangan pendidik yang hadir. Salah seorang guru SMP Negeri 4 Merangin mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Merangin memasukkan muatan Geopark ke dalam sistem pembelajaran sekolah, baik melalui mata pelajaran khusus maupun muatan lokal.

Kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang dimiliki Geopark Merangin dinilai sangat potensial sebagai laboratorium alam bagi pelajar. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab konservasi sejak bangku sekolah.

Dukungan Penuh Pengelola Geopark
Gagasan tersebut disambut baik oleh General Manager Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGP), Dr. Agus, S.Sos., M.Hum. Menanggapi diskusi publik yang berkembang, Dr. Agus menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan pendidikan Geopark di tingkat daerah hingga nasional.

“Terimo kasih dindo, kito berjuang basamo agar kurikulum lokal membuka mata pelajaran tentang Geopark, sekalian kita dorong jadi kurikulum nasional,” ujar Dr. Agus.

Respons ini menunjukkan bahwa gagasan dari ruang seminar tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi momentum konkret bagi pengelola geopark untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan.

Investasi Jangka Panjang untuk Konservasi
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan sebuah kawasan geopark. Tidak hanya berfokus pada pariwisata, keberadaan geopark sarat akan nilai edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui integrasi kurikulum, materi Geopark dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan mulai dari pengenalan bentang alam, sejarah, hingga kearifan lokal masyarakat setempat. Pengalaman dari Korea Selatan yang dipadukan dengan inisiatif lokal di Merangin diharapkan mampu mencetak generasi yang bangga sekaligus aktif menjaga warisan bumi daerahnya. (RAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *