Warga Desa Kapuk Pertanyakan Kepindahan Bidan P3K Baru Dilantik

  • Whatsapp

MERANGIN, BENUAJAMBI.COM – Suasana keprihatinan tengah dirasakan oleh warga Desa Kapuk, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin. Pasalnya, seorang tenaga kesehatan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang baru saja dilantik pada tahun 2025 lalu secara mendadak dikabarkan pindah tugas dari desa tersebut.

Kepindahan ini sontak memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat setempat. Warga merasa kebingungan karena tenaga medis tersebut sebelumnya lulus seleksi P3K dengan menggunakan formasi penempatan khusus untuk Desa Kapuk.

Bacaan Lainnya

Ketiadaan tenaga medis ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat sehari-hari. Mengingat akses ke fasilitas kesehatan lain cukup jauh, keberadaan seorang bidan desa menjadi sangat vital bagi ibu hamil, bayi, dan warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat.

Salah seorang warga Desa Kapuk yang enggan disebutkan namanya menyampaikan protes keras mewakili aspirasi masyarakat.

“Pasalnya formasi tersebut di Desa Kapuk, kalau dia pindah otomatis bidan di desa Kapuk kosong, dan formasi tersebut sudah kosong,” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga menilai bahwa kepindahan tenaga P3K yang baru seumur jagung bertugas ini mencederai tujuan awal pengadaan formasi. Seharusnya, aparatur yang lulus pada formasi tertentu memiliki komitmen untuk mengabdi dan melayani masyarakat di wilayah penempatan awal sesuai aturan yang berlaku.

Menanggapi polemik yang berkembang di tengah masyarakat, Kepala Puskesmas (Kapus) Muara Jernih, Erni, SKM, memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Ia membenarkan bahwa sang bidan memang telah meninggalkan pos penempatannya di Desa Kapuk.

“Iya udah pindah, silahkan tanyakan yg bersangkutan knp pindah?” ujar Erni singkat memberikan tanggapan terkait perpindahan tenaga kesehatan tersebut. Minggu, (23/8/2026).

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Kapuk berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin segera mengambil langkah tegas. Warga meminta agar posisi bidan desa yang kosong segera diisi kembali demi menjamin kelancaran pelayanan kesehatan di wilayah mereka. (Rido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *