JAMBI.(Benuajambi.com)-Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, H. Sugiyono, menilai SMPN 26 Kota Jambi berhasil membangun identitas sekolah yang kuat melalui program lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan penguatan karakter peserta didik.
Berbagai inovasi yang dikembangkan sekolah dinilai sejalan dengan arah pembangunan pendidikan di Kota Jambi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, H. Sugiyono, menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian dan inovasi yang berhasil dikembangkan SMPN 26 Kota Jambi dalam waktu yang relatif singkat sejak berdiri pada 2022 lalu.
Menurutnya, rangkaian kegiatan yang digelar sekolah pada hari itu menunjukkan bahwa SMPN 26 tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga mampu membangun karakter, kreativitas, kepedulian lingkungan, hingga nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik.
“Hari ini luar biasa. Ada pelepasan siswa kelas IX, Gelar Karya yang menampilkan kreativitas anak-anak, panen nanas, peresmian bank sampah, hingga peletakan batu pertama Musala Al Hijrah. Ini menunjukkan sekolah bergerak dan berkembang dengan sangat baik,” ujar Sugiyono.
Ia mengatakan, sejak awal Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pendidikan mendorong setiap sekolah memiliki ciri khas dan program unggulan sesuai karakteristik lingkungan masing-masing.
Menurutnya, SMPN 26 Kota Jambi memiliki potensi besar karena didukung lahan yang cukup luas sehingga memungkinkan berbagai inovasi pendidikan berbasis lingkungan dan ketahanan pangan dapat dikembangkan secara optimal.
“Sekolah ini memiliki karakteristik yang sangat baik untuk pengembangan program lingkungan hidup dan ketahanan pangan. Karena itu kami terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun karakter peserta didik,” katanya.
Sugiyono menjelaskan, berbagai program yang kini berjalan di SMPN 26 Kota Jambi berawal dari pembibitan tanaman yang dilakukan secara bertahap. Saat ini sekolah telah mengembangkan budidaya nanas, tanaman terong, cabai, serta berbagai tanaman penghijauan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Namun demikian, menurutnya tujuan utama program tersebut bukan semata-mata hasil panen, melainkan menanamkan budaya cinta lingkungan kepada para siswa sejak dini.
“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang kemampuan intelektual dan akademik. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana membentuk karakter peserta didik, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Sugiyono juga memberikan ucapan selamat kepada 161 siswa kelas IX yang telah dinyatakan lulus 100 persen dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Selamat kepada seluruh siswa kelas IX. Kelulusan ini merupakan hasil kerja keras kalian, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru yang selama ini membimbing dan mendidik dengan penuh kesabaran,” ujarnya.
Ia berpesan agar para lulusan tetap menjaga adab, menghormati orang tua, serta tidak melupakan jasa para guru yang telah memberikan ilmu selama menempuh pendidikan di SMPN 26 Kota Jambi.
“Kalau ingin ilmu yang didapat menjadi berkah, hormatilah guru-guru kalian. Jangan pernah menyebut mereka sebagai bekas guru. Sebutlah mereka guru yang pernah mengajar dan membimbing kita. Keberkahan ilmu salah satunya lahir dari penghormatan kepada guru,” pesannya yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Kepada siswa kelas VII dan VIII, Sugiyono juga mendorong agar terus mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Saya melihat banyak potensi luar biasa di sekolah ini, mulai dari kegiatan kepramukaan, PMR, seni, hingga berbagai inovasi lingkungan. Teruslah berkarya dan berprestasi sesuai bakat yang dimiliki masing-masing,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Sugiyono mengapresiasi kerja keras panitia, komite sekolah, para guru, serta orang tua yang telah mendukung suksesnya kegiatan ARUNIKA 2026.
“Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan hari ini membawa manfaat, keberkahan, dan semakin memperkuat semangat mewujudkan Kota Jambi Bahagia melalui pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya







