Krisis Layanan Kesehatan di Desa Kapuk Menegang, Warga Pertanyakan Ketegasan Dinas Kesehatan Merangin

  • Whatsapp

MERANGIN, BENUAJAMBI.COM — Suasana keprihatinan yang mendalam hingga kini masih menyelimuti warga Desa Kapuk, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin. Pasalnya, sudah satu bulan berlalu sejak berita pertama diterbitkan, belum ada satu pun langkah penyelesaian atau tanggapan konkret yang diberikan oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Muara Jernih terkait kekosongan tenaga medis di wilayah mereka. Rabu, (23/9/2026).

Krisis ini bermula dari kepindahan secara mendadak seorang tenaga kesehatan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang baru saja dilantik pada tahun 2025 lalu. Perpindahan ini sontak memicu tanda tanya besar sekaligus kekecewaan di tengah masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Warga merasa sangat dirugikan karena tenaga medis tersebut sebelumnya lulus seleksi P3K dengan menggunakan formasi penempatan khusus untuk mengabdi di Desa Kapuk.
Ketiadaan tenaga medis ini dikhawatirkan berdampak langsung pada kelumpuhan pelayanan kesehatan masyarakat sehari-hari.

Menggingat akses geografis menuju fasilitas kesehatan lanjutan terbilang cukup jauh, keberadaan seorang bidan desa menjadi benteng terakhir yang sangat vital, khususnya bagi ibu hamil, bayi, serta penanganan warga yang memerlukan pertolongan medis darurat.

Salah seorang warga Desa Kapuk yang enggan disebutkan namanya menyampaikan protes keras mewakili aspirasi masyarakat luas.

“Pasalnya formasi tersebut di Desa Kapuk, kalau dia pindah otomatis bidan di desa Kapuk kosong, dan formasi tersebut sudah kosong,” ujarnya dengan nada kecewa.

Masyarakat menilai, kepindahan tenaga P3K yang baru seumur jagung bertugas ini mencederai tujuan utama pengadaan formasi khusus daerah. Aparatur yang lulus pada formasi penempatan tertentu seharusnya memiliki komitmen moral dan profesional untuk mengabdi melayani masyarakat di wilayah penempatannya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ironisnya, alih-alih memberikan solusi administratif, Kepala Puskesmas (Kapus) Muara Jernih, Erni, SKM, sebelumnya hanya memberikan respons singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Ia membenarkan kepindahan sang bidan tanpa memberikan kejelasan mengenai penggantinya.

“Iya udah pindah, silahkan tanyakan yg bersangkutan knp pindah?” ujar Erni singkat, Minggu (23/8/2026).

Sikap lempar batu tangan sembunyi leher dari Kapus Muara Jernih ini membuat warga semakin geram. Kini, sorotan tajam dan pertanyaan besar turut diarahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Kapuk mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin untuk segera turun tangan mengambil langkah tegas. Masyarakat menuntut kejelasan status formasi tersebut dan meminta agar posisi bidan desa yang kosong segera diisi kembali demi menjamin hak dasar kesehatan warga di pelosok desa. (Rido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *