MERANGIN, BENUAJAMBI.COM – Mahasiswa Universitas Merangin menyuarakan penolakan keras terhadap kegiatan studi tour yang dibebankan kepada mereka. Kegiatan tersebut dinilai memberatkan secara finansial dan diwarnai dugaan intimidasi berupa pengancaman nilai akademik bagi mahasiswa yang tidak ikut serta. Jum’at, (16/10/2026).
Seorang mahasiswa Universitas Merangin yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keresahan tersebut kepada media Benuajambi.com. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi seharusnya menjadi sarana untuk membuka peluang, bukan malah menutup jalan bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi.
“Pendidikan tinggi sebenarnya membuka peluang, bukan menutup jalan bagi yang tidak mampu. Kami menolak pungutan biaya studi tour yang membebankan mahasiswa sebesar Rp2.000.000 per orang,” tegasnya.
Ia menambahakan, mahasiswa juga menyayangkan adanya komersialisasi pendidikan serta bentuk intimidasi penahanan atau pengurangan nilai akademik bagi mereka yang memilih untuk tidak berangkat studi tour. Menurutnya, kegiatan studi tour atau kuliah lapangan seharusnya bukanlah syarat mutlak penilaian akademik yang dikomersialkan.
Menanggapi hal tersebut, Agung, salah satu dosen Universitas Merangin, memberikan penjelasan terkait kebijakan kuliah lapangan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan itu pada dasarnya mengacu pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
“Bapak sebenarnya tidak mau memaksa kalian harus berangkat semua. Tapi ini ada semua dalam RPS di semester 5 untuk kuliah lapangan, tepatnya pada pertemuan 12, 13, dan 14,” ujarnya saat memberikan penjelasan.
Agung menjelaskan lebih lanjut bahwa ketentuan ini tidak hanya diberlakukan untuk satu program studi saja, melainkan mencakup mahasiswa Sistem Informasi (SI) maupun Teknik Informatika (TI).
“Ini bukan di SI saja, tapi di TI juga wajib. Jadi mau tidak mau kalian semua harus berangkat,” tambahnya.
Guna menjaga transparansi biaya, pihak kampus juga berencana mengirimkan surat resmi kepada orang tua atau wali mahasiswa terkait perincian biaya kuliah lapangan tersebut.
“Nanti juga ada surat pemberitahuan kepada orang tua terkait kuliah lapangan ini beserta jumlah nominalnya, supaya kalian juga tidak bisa korupsi dari hal ini,” jelasnya menutup pembicaraan.
Penulis : Rido/Team







