JAMBI,(Benuajambi.com)-Sebuah bisnis tidak selalu dimulai dari modal besar. Dalam banyak kasus, ia lahir dari keberanian untuk melihat peluang, menyatukan visi, dan membangun sesuatu yang dipercaya akan memiliki nilai dalam jangka panjang.
Itulah cerita yang sedang dibangun Raga, Alvin, Leonardo, dan Aldi melalui LTR COFFEE.
Di tengah pertumbuhan industri lifestyle dan ekonomi kreatif di Jambi, LTR COFFEE hadir bukan sekadar sebagai tempat menikmati kopi. Empat pendirinya ingin menjadikannya sebagai ruang yang mempertemukan bisnis, kreativitas, komunitas, dan talenta muda.
Bagi mereka, kopi hanyalah titik awal.
Lebih jauh, LTR COFFEE diposisikan sebagai sebuah platform untuk menciptakan peluang—baik bagi perusahaan, pekerja, maupun generasi muda yang ingin mengembangkan kemampuan dan membangun masa depan dari daerahnya sendiri.
Membangun Bisnis dengan Misi
Dalam acara potong tumpeng sekaligus peresmian LTR COFFEE, Jumat (7/8/2026) bertempat di Kawasan Tugu Juang, Sipin, Kota Jambi
Raga menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis tidak seharusnya hanya diukur melalui angka penjualan, ekspansi, atau profitabilitas.
Ada ukuran lain yang menurutnya jauh lebih penting: seberapa besar nilai yang dapat diciptakan sebuah perusahaan bagi manusia dan lingkungannya.
“LTR COFFEE berkomitmen menjadi rumah bagi anak-anak muda Jambi yang ingin bertumbuh, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Setiap langkah yang kami tempuh adalah investasi untuk masa depan,” ujar Raga.
Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan yang ingin dibangun Light The Rooftop LTR COFFEE sejak awal: bisnis yang tumbuh bersama sumber daya manusia.
Karena itu, profesionalisme, integritas, kolaborasi, dan rasa memiliki ditempatkan sebagai bagian dari fondasi perusahaan.
Bagi Raga, karyawan bukan sekadar tenaga operasional yang menjalankan bisnis sehari-hari. Mereka merupakan bagian dari ekosistem yang ikut menentukan perjalanan dan masa depan perusahaan.
“Di LTR COFFEE, setiap orang bukan sekadar karyawan, melainkan bagian dari keluarga besar yang tumbuh, berjuang, dan meraih kesuksesan bersama,” katanya.
Investasi pada Talenta Muda
Di balik konsep tersebut terdapat sebuah gagasan yang lebih besar: membangun bisnis lokal yang mampu menciptakan mobilitas ekonomi bagi generasi muda.
LTR COFFEE ingin membuka ruang bagi anak muda untuk memperoleh pengalaman, belajar mengenai dunia kerja, mengasah kemampuan, serta memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dan dikelola secara profesional.
Pendekatan ini menempatkan human capital sebagai salah satu aset strategis perusahaan.
Bagi empat pendirinya, menciptakan lapangan pekerjaan bukan sekadar konsekuensi dari pertumbuhan usaha. Hal itu merupakan bagian dari misi yang sejak awal ingin mereka bawa.
“Kami ingin membuktikan bahwa sebuah usaha lokal mampu melahirkan karya yang membanggakan, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian daerah, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujar Raga.
Dari Jambi, Menatap Pertumbuhan
Peresmian LTR COFFEE menjadi lebih dari sekadar seremoni pembukaan sebuah bisnis baru. Momentum tersebut menandai dimulainya perjalanan empat anak muda yang ingin membangun perusahaan dengan karakter dan identitasnya sendiri.Kami Juga mengajak seluruh masyarakat kota Jambi untuk datang dan menghadiri langsung Grand Opening Pada Hari Sabtu 08 Agustus 2026.
Tantangannya tentu tidak sederhana.
Industri kopi dan lifestyle terus berkembang. Konsumen semakin kritis. Persaingan semakin terbuka. Di tengah kondisi tersebut, keberlanjutan sebuah bisnis akan ditentukan bukan hanya oleh produk, tetapi juga kemampuan membaca perubahan, membangun merek, mempertahankan kualitas, dan menciptakan pengalaman yang relevan bagi konsumen.
LTR COFFEE mencoba masuk ke ruang tersebut dengan membawa kekuatan yang mereka miliki: kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk membangun dari Jambi.
Raga menilai perjalanan ini masih berada pada tahap awal. Namun, ia percaya bahwa bisnis yang memiliki visi jangka panjang akan memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
“Dari Jambi, kami menanam mimpi. Bersama, kami merawat harapan. Dan dengan kerja keras serta dedikasi, kami melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Pada akhirnya, LTR COFFEE bukan hanya tentang bagaimana secangkir kopi disajikan.
Ia adalah cerita tentang empat anak muda yang memilih untuk membangun, tentang talenta yang diberi ruang untuk berkembang, dan tentang sebuah bisnis lokal yang mencoba membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan penciptaan peluang.
Dari Jambi, mereka tidak hanya menjual kopi. Mereka sedang membangun sebuah mimpi—dan berharap mimpi itu tumbuh bersama generasi muda yang menjadi bagian dari perjalanannya.







