Harga Resmi vs Realita Lapangan: Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Pertanyakan Kepastian Pemerintah

  • Whatsapp

Jambi, Benuajambi.com – Keresahan tengah melanda para petani kelapa sawit di berbagai daerah. Meski pemerintah melalui Dinas Perkebunan menetapkan harga resmi Tandan Buah Segar (TBS) dalam tren yang cukup tinggi, realita di lapangan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Para petani mengaku harga beli TBS di tingkat tapak anjlok drastis.

Kesenjangan yang lebar ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat : Apakah harga penetapan pemerintah benar-benar berjalan di lapangan, atau hanya sebatas angka di atas kertas?

Bacaan Lainnya

Sebagai contoh, ketika harga resmi ditetapkan berada di kisaran Rp 3.800 hingga Rp 3.900 per kilogram, banyak petani yang bersuara bahwa mereka menerima harga jauh di bawah nominal tersebut.

Situasi ini dilaporkan mulai memanas menyusul bergulirnya wacana kebijakan ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Isu regulasi tersebut langsung direspons sensitif oleh pasar.

Pihak pabrik kelapa sawit (PKS) mulai mengambil langkah berhati-hati dalam melakukan pembelian, yang pada akhirnya berdampak langsung pada posisi tawar petani. Dalam rantai pasok ini, petani kembali menjadi pihak yang berada di posisi paling lemah dan paling dirugikan.

“Petani tidak butuh polemik. Petani butuh kepastian,” ungkap salah satu perwakilan petani yang mengeluhkan ketidakpastian harga saat ini.

Mencegah keresahan yang semakin berkepanjangan, pemerintah, pelaku industri, serta seluruh stakeholder kelapa sawit didesak untuk segera memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan kepada publik.

Jika informasi yang simpang siur ini terus dibiarkan tanpa adanya pengawasan dan tindakan tegas di lapangan, maka ekonomi rakyat kecillah yang akan paling dulu dan paling berat merasakan dampaknya. Kepastian regulasi dan sinkronisasi harga antara di atas kertas dan di atas timbangan kini dinantikan demi menyelamatkan kesejahteraan para petani sawit mandiri.

Penulis : Rido Asran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *