MERANGIN, BENUAJAMBI.COM — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat jenis ekskavator merek XCMG di Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, kegiatan ilegal milik seorang pemodal bernama Sawir ini dinilai kebal hukum dan tetap beroperasi leluasa meskipun aparat penegak hukum telah sering menggelar razia di wilayah tersebut. Rabu, (7/10/2026).
Sejumlah warga yang mendatangi awak media untuk menyampaikan aspirasi mereka mengungkapkan kekesalannya atas lambannya tindakan dari pihak berwenang. Warga menduga ada pembiaran terhadap aktivitas merusak lingkungan tersebut.
“Tolonglah cari solusinya, Bang. Macam mana wilayah kami ini? Katanya ada razia, kok dompeng (tambang) di sini aman-aman saja? Kenapa tak kena razia, apakah dompeng mereka itu ada orang kuat di belakangnya ya?” jelas salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga menambahkan bahwa lokasi penambangan tersebut bahkan berada tidak jauh dari akses jalan aspal di Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai. Mereka khawatir jika dibiarkan terus-menerus, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akan semakin parah dan mengancam infrastruktur umum di sekitar desa.
Lebih lanjut, warga ujarnya menduga bahwa aktivitas ilegal ini tetap aman dari tindakan kepolisian karena diduga adanya setoran oknum tertentu kepada pihak penegak hukum.
“Masyarakat juga berharap bisa menangkap bos atau cukongnya karena mereka adalah pelaku utama perusakan lingkungan, dan sudah sangat jelas pekerjaan yang mereka tekuni itu bertentangan dengan undang-undang tentang pertambangan di Indonesia,” tambah warga dengan nada kecewa.
Hingga berita ini dirilis, alat berat milik Sawir terpantau masih beroperasi secara bebas di lokasi tanpa ada rasa takut atau gentar terhadap penertiban hukum yang digembar-gemborkan selama ini. Masyarakat mendesak jajaran Polsek Bangko dan Polres Merangin untuk segera turun tangan menindak tegas para pemodal dan cukong PETI demi memberikan efek jera serta menyelamatkan lingkungan bumi Titiantras, Kecamatan Batang Masumai.
Tim







