Farenza Garden: Meniti Tangga Langit di Kaki Gunung Masurai

  • Whatsapp

MERANGIN, BENUAJAMBI.COM – Dari keheningan Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, sebuah mahakarya agrowisata lahir dan kini memikat mata Indonesia. Farenza Garden, yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Kreatif Terbaik dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025, telah bertransformasi menjadi oase bagi mereka yang mendambakan pelarian dari hiruk-pikuk perkotaan. Minggu, (19/07/2026).

Saat menyambangi lokasi, pengunjung akan langsung disambut oleh udara pegunungan yang menusuk tulang, namun terasa begitu menenangkan. Daya tarik utama yang menjadi primadona di sini adalah “Tangga Langit”, sebuah anjungan pandang yang menawarkan panorama megah pertemuan antara Gunung Masurai, Gunung Nilo, Gunung Sumbing, dan bentangan hijau Bukit Barisan.

Bacaan Lainnya

“Kami membangun konsep ini agar wisatawan tidak sekadar berwisata, melainkan benar-benar merasakan kedekatan emosional dengan alam yang masih asri,” ujar pemilik Farenza Garden, Satia Hadinata, saat menjelaskan visi pengembangan destinasi tersebut.

Tidak berhenti pada keindahan visual, Farenza Garden kini telah berevolusi menjadi kawasan wisata terpadu. Satia menjelaskan bahwa kini pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di Jangkat.

“Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam pegunungan dengan kenyamanan maksimal, kami telah menyediakan penginapan villa yang eksklusif. Selain itu, bagi mereka yang ingin lebih dekat dengan alam, kami juga menyiapkan area kemping yang tertata rapi,” jelasnya dengan antusias.

Lebih jauh, Satia membocorkan rencana pengembangan destinasi yang akan datang untuk semakin memanjakan para pengunjung. Ia menuturkan bahwa pihaknya kini tengah merancang kehadiran sebuah kafe estetik yang akan menyajikan kopi lokal khas Jangkat dengan latar belakang pemandangan pegunungan yang memukau.

“Ke depannya, kami akan menghadirkan kafe sebagai pelengkap pengalaman wisata. Kami ingin pengunjung bisa menikmati secangkir kopi hangat sambil menatap kabut yang turun di antara lembah, sebuah pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain,” ujarnya menambahkan.

Transformasi Farenza Garden ini jelas memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Satia menegaskan bahwa setiap langkah pembangunan yang dilakukan selalu melibatkan pemuda desa dan masyarakat sekitar.

“Ini adalah perjuangan bersama untuk menunjukkan bahwa anak muda Jangkat mampu mengelola potensi daerah hingga level nasional. Kami tidak hanya sekadar membangun bisnis, tapi sedang merajut ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi warga di sini,” tuturnya menutup perbincangan.

Dengan perpaduan fasilitas yang lengkap, mulai dari petik stroberi, villa yang nyaman, hingga rencana kehadiran kafe yang menjanjikan suasana tak terlupakan, Farenza Garden telah menjelma menjadi destinasi wajib bagi setiap pelancong. Tempat ini bukan sekadar tujuan berlibur, melainkan simbol kebanggaan baru dari pelosok Jambi yang siap menyambut dunia.

Penulis : Rido Asran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *