JAMBI.(Benuajambi.com)-Penganiayaan terhadap siswa Pesantren kembali terjadi di Jambi, kali ini seorang Oknum Guru Pesantren Sabilul Jannah di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi menganiaya siswa sampai tidak sadarkan diri.
Korban inisial (MP) 14 tahun, warga Desa Bukit Tempurung, Kemacamatan Mendahara Ulu. Kabupaten Tanjung Jabung Timur,Jambi, saat ini kesakitan dan trauma setelah dianiaya oleh guru pesantren yang diketahui inisial (H).
Menurut korban, penganiayaan itu tepat rabu siang, 7 oktober 2026. saat dapat perlakuan itu, korban tidak sadarkan diri selama satu jam dan saat bangun ia merasakan kesakitan dibagian mata bengkak.
“Saya tidak sadarkan diri setelah dianiaya oleh guru pengajar saya dan saat bangun saya merasakan bengkak dibagian mata sebelah kiri,”jelasnya minggu, 11 oktober 2026.
Korban menceritakan, saat sadar, oknum gurunya tersebut langsung membawanya ke Kota Jambi dengan alasan berobat namun setengah hari diluar, korban tidak kunjung diobati sementara korban kesakitan dan tepat jam 19.30wib, korban kembali dibawa ke pesantren. namun lagi-lagi malam itu juga, korban kembali dibawa lagi keluar pesantren ke salah satu rumah warga dekat pesantren dengan tujuan untuk diobati.
“Saat sadar sempat dibawa ke Kota Jambi tujuan mau diobati namun tidak ada diobati dan malamnya balik ke pesantren saya dibawa lagi ke salah satu rumah warga untuk diobati namun hanya dioleskan madu saja,”terangnya.
Saat kamis sampai jumat 9 oktober 2026, korban sempat ingin mau balik kerumah karena teringat kepada orang tua kandung, namun oknum guru menganiaya menahan di pesantren sampai mata korban sembuh dan sabtunya korban balik kerumah secara diam-diam setelah diantar teman dengan alasan berobat.
“Saya tidak tahan lagi dan saya balik kerumah diantarkan teman dengan alasan berobat,”tuturnya.
(Red)







