Ketua DPRD Muaro Jambi Aidi Hatta Janji Tindaklanjuti Aduan Warga soal Dugaan Dampak Tambang PT SGM

  • Whatsapp

MUARO JAMBI.(Benuajambi.com)-Hampir tiga tahun warga Desa Bukit Mulya, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, mengaku menanti kepastian terkait persoalan lahan perkebunan sawit yang mereka sebut terdampak aktivitas pertambangan batu bara.

Setelah persoalan tersebut berlarut, warga akhirnya mengadukan langsung kondisi yang mereka alami kepada DPRD Muaro Jambi.

Bacaan Lainnya

Sejumlah warga Desa Bukit Mulya diterima langsung Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, S.Ag., di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan secara langsung keluhan terkait kondisi perkebunan dan aliran sungai di sekitar lokasi yang mereka duga berkaitan dengan aktivitas pertambangan PT Sinar Gunung Moile (PT SGM).

Salah seorang warga, Ahmat Jainudin, di hadapan Ketua DPRD Muaro Jambi mengatakan lahan perkebunan sawit miliknya seluas kurang lebih dua hektare di Unit 14 Desa Bukit Mulya mengalami kerusakan.
Menurut Ahmat, sekitar 30 batang tanaman sawit di lahannya disebut mengering hingga mati.

Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan batu bara PT SGM.
“Sudah hampir tiga tahun persoalan ini kami tunggu penyelesaiannya,” ujar Ahmat dalam pertemuan tersebut.

Warga Soroti Kondisi Sungai
Selain persoalan tanaman sawit, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi aliran sungai di sekitar lokasi.

Warga menyebut terdapat bagian aliran sungai yang mengalami penyempitan dan tertutup. Kondisi tersebut mereka duga berkaitan dengan aktivitas pertambangan.
Namun, dugaan mengenai penyebab kerusakan tanaman maupun perubahan kondisi aliran sungai tersebut masih membutuhkan pemeriksaan dan verifikasi dari instansi berwenang.

Di hadapan Aidi Hatta, warga juga menegaskan bahwa perkebunan sawit memiliki peran penting bagi kehidupan ekonomi keluarga.
“Perkebunan menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga kami,” ucap warga.

Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kondisi lahan, tetapi juga keberlangsungan sumber pendapatan keluarga.
Aidi Hatta Janji Panggil Instansi Terkait

Mendengar langsung keluhan warga, Aidi Hatta menyampaikan apresiasi atas kedatangan masyarakat ke DPRD Muaro Jambi.

Ia mengatakan penjelasan warga telah memberikan gambaran mengenai persoalan yang mereka hadapi.

“Terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu di rumah rakyat ini.

Persoalan ini sudah saya pahami dari penjelasan bapak dan ibu sekalian,” kata Aidi Hatta.

Aidi menegaskan DPRD Muaro Jambi akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait.

“Dalam waktu dekat ini saya akan memanggil instansi terkait dan pihak-pihak lainnya, agar para warga mendapatkan keadilan tentunya,” tegasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka persoalan yang selama ini dikeluhkan warga sekaligus memastikan fakta mengenai kondisi perkebunan dan aliran sungai di lokasi.

Warga berharap tindak lanjut DPRD tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dilanjutkan dengan pemeriksaan dan penjelasan berdasarkan fakta di lapangan.

Sementara itu, terkait dugaan dampak aktivitas pertambangan terhadap kebun sawit dan aliran sungai warga, pihak PT Sinar Gunung Moile (PT SGM) masih perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan.

Redaksi akan memperbarui pemberitaan apabila terdapat penjelasan dari pihak perusahaan maupun hasil pemeriksaan instansi terkait.

(TOHANG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *