BATANG HARI.(Benuajambi.com) – Proses sidang etik terhadap anggota DPRD Kabupaten Batang Hari berinisial MH kembali menjadi perhatian publik setelah penanganannya dinilai berjalan lambat dan belum menunjukkan kepastian hasil, Senin (04/05/2026).
Sidang yang telah berlangsung beberapa kali itu masih ditangani oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Batang Hari.
Persidangan digelar secara tertutup dengan agenda pemeriksaan saksi serta pengumpulan alat bukti terkait dugaan pelanggaran etik yang menyeret nama anggota dewan tersebut.
Belum adanya keputusan maupun penjelasan resmi dari BK DPRD Batang Hari memicu sorotan dari berbagai kalangan masyarakat. Sejumlah pihak menilai proses penanganan perkara perlu dilakukan secara lebih terbuka agar tidak menimbulkan asumsi negatif di tengah publik.
Keterlambatan penyelesaian sidang etik tersebut dinilai berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif daerah apabila tidak disertai penjelasan yang jelas dan transparan.
Ketua BK DPRD Batang Hari, Irwanto, menyampaikan bahwa pihaknya masih membutuhkan tambahan keterangan dari sejumlah saksi sebelum mengambil kesimpulan akhir terkait perkara tersebut.
“Proses pemeriksaan masih berjalan dan kami tetap mengacu pada mekanisme serta tata beracara yang berlaku di internal DPRD,” ujar Irwanto.
Kasus yang sempat menjadi perbincangan luas di Muara Bulian itu hingga kini terus dipantau masyarakat. Publik berharap Badan Kehormatan DPRD Batang Hari dapat mengambil keputusan secara objektif, profesional, dan transparan demi menjaga marwah lembaga serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat.







